Thursday, February 16, 2012

KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE

Tulisan ini saya copas langsung dari tulisan Capt. Novianto Herupratomo, seorang karyawan di Garuda Indonesia dan pemilik web jualanjersey.com yang ia curahkan milis TDA.


KUNJUNGAN BAPAK BJ HABIBIE

Kantor Manajemen Garuda Indonesia

Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta

12 Januari 2012



Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-

escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung.

Dalam video tsb, tampak para hadirin yang menyaksikan di pelataran parkir, antara lain Presiden RI Bapak Soeharto dan ibu, Wapres RI bapak Soedarmono, para Menteri dan para pejabat teras Indonesia serta para teknisi IPTN. Semua bertepuk tangan dan mengumbar senyum kebanggaan atas keberhasilan kinerja N250. Bapak Presiden kemudian berbincang melalui radio komunikasi dengan pilot N250 yang di udara, terlihat pak Habibie mencoba mendekatkan telinganya di headset yang dipergunakan oleh Presiden Soeharto karena ingin ikut mendengar dengan pilot N250.

N250 sang Gatotkaca kembali pangkalan setelah melakukan pendaratan mulus di landasan..................

Di hadapan kami, BJ Habibie yang berusia 74 tahun menyampaikan cerita yang lebih kurang sbb:

“Dik, anda tahu..............saya ini lulus SMA tahun 1954!” beliau membuka pembicaraan dengan gayanya yang khas penuh semangat dan memanggil semua hadirin dengan kata “Dik” kemudian secara lancar beliau melanjutkan.................“Presiden Soekarno, Bapak Proklamator RI, orator paling unggul, .......itu sebenarnya memiliki visi yang luar biasa cemerlang! Ia adalah Penyambung Lidah Rakyat! Ia tahu persis sebagai Insinyur.........Indonesia dengan geografis ribuan pulau, memerlukan penguasaan Teknologi yang berwawasan nasional yakni Teknologi Maritim dan Teknologi Dirgantara. Kala itu, tak ada ITB dan tak ada UI. Para pelajar SMA unggulan berbondong-bondong disekolahkan oleh Presiden Soekarno ke luar negeri untuk menimba ilmu teknologi Maritim dan teknologi dirgantara. Saya adalah rombongan kedua diantara ratusan pelajar SMA yang secara khusus dikirim ke berbagai negara. Pendidikan kami di luar negeri itu bukan pendidikan kursus kilat tapi sekolah bertahun-tahun sambil bekerja praktek. Sejak awal saya hanya tertarik dengan ‘how to build commercial aircraft’ bagi Indonesia. Jadi sebenarnya Pak Soeharto, Presiden RI kedua hanya melanjutkan saja program itu, beliau juga bukan pencetus ide penerapan ‘teknologi’ berwawasan nasional di Indonesia. Lantas kita bangun perusahaan-perusahaan strategis, ada PT PAL dan salah satunya adalah IPTN.

Sekarang Dik,............anda semua lihat sendiri..............N250 itu bukan pesawat asal-asalan dibikin! Pesawat itu sudah terbang tanpa mengalami ‘Dutch Roll’ (istilah penerbangan untuk pesawat yang ‘oleng’) berlebihan, tenologi pesawat itu sangat canggih dan dipersiapkan untuk 30 tahun kedepan, diperlukan waktu 5 tahun untuk melengkapi desain awal, satu-satunya pesawat turboprop di dunia yang mempergunakan teknologi ‘Fly by Wire’ bahkan sampai hari ini. Rakyat dan negara kita ini membutuhkan itu! Pesawat itu sudah terbang 900 jam (saya lupa persisnya 900 atau 1900 jam) dan selangkah lagi masuk program sertifikasi FAA. IPTN membangun khusus pabrik pesawat N250 di Amerika dan Eropa untuk pasar negara-negara itu.Namun, orang Indonesia selalu saja gemar bersikap sinis dan mengejek diri sendiri ‘apa mungkin orang Indonesia bikin pesawat terbang?’

Tiba-tiba, Presiden memutuskan agar IPTN ditutup dan begitu pula dengan industri strategis lainnya.

Dik tahu................di dunia ini hanya 3 negara yang menutup industri strategisnya, satu Jerman karena trauma dengan Nazi, lalu Cina (?) dan Indonesia.............

Sekarang, semua tenaga ahli teknologi Indonesia terpaksa diusir dari negeri sendiri dan mereka bertebaran di berbagai negara, khususnya pabrik pesawat di Bazil, Canada, Amerika dan Eropa................

Hati siapa yang tidak sakit menyaksikan itu semua.....................?

Saya bilang ke Presiden, kasih saya uang 500 juta Dollar dan N250 akan menjadi pesawat yang terhebat yang mengalahkan ATR, Bombardier, Dornier, Embraer dll dan kita tak perlu tergantung dengan negara manapun.

Tapi keputusan telah diambil dan para karyawan IPTN yang berjumlah 16 ribu harus mengais rejeki di negeri orang dan gilanya lagi kita yang beli pesawat negara mereka!”

Pak Habibie menghela nafas.......................

Ini pandangan saya mengenai cerita pak Habibie di atas;

Sekitar tahun 1995, saya ditugaskan oleh Manager Operasi (JKTOF) kala itu, Capt. Susatyawanto untuk masuk sebagai salah satu anggota tim Airline Working Group di IPTN dalam kaitan produksi pesawat jet sekelas B737 yang dikenal sebagai N2130 (kapasitas 130 penumpang). Saya bersyukur, akhirnya ditunjuk sebagai Co-Chairman Preliminary Flight Deck Design N2130 yang langsung bekerja dibawah kepala proyek N2130 adalah Ilham Habibie. Kala itu N250 sedang uji coba terus-menerus oleh penerbang test pilot (almarhum) Erwin. Saya turut mendesain rancang-bangun kokpit N2130 yang serba canggih berdasarkan pengetahuan teknis saat menerbangkan McDonnel Douglas MD11. Kokpit N2130 akan menjadi mirip MD11 dan merupakan kokpit pesawat pertama di dunia yang mempergunakan LCD pada panel instrumen (bukan CRT sebagaimana kita lihat sekarang yang ada di pesawat B737NG). Sebagian besar fungsi tampilan layar di kokpit juga mempergunakan “track ball atau touch pad” sebagaimana kita lihat di laptop. N2130 juga merupakan pesawat jet single aisle dengan head room yang sangat besar yang memungkinkan penumpang memasuki tempat duduk tanpa perlu membungkukkan badan. Selain high speed sub-sonic, N2130 juga sangat efisien bahan bakar karena mempergunakan winglet, jauh sebelum winglet dipergunakan di beberapa pesawat generasi masa kini.

Saya juga pernah menguji coba simulator N250 yang masih prototipe pertama.................

N2130 narrow body jet engine dan N250 twin turboprop, keduanya sangat handal dan canggih kala itu.........bahkan hingga kini.

Lamunan saya ini, berkecamuk di dalam kepala manakala pak Habibie bercerita soal N250, saya memiliki kekecewaan yang yang sama dengan beliau, seandainya N2130 benar-benar lahir.............kita tak perlu susah-susah membeli B737 atau Airbus 320.

Pak Habibie melanjutkan pembicaraannya....................

“Hal yang sama terjadi pada prototipe pesawat jet twin engines narrow body, itu saya tunjuk Ilham sebagai Kepala Proyek N2130. Ia bukan karena anak Habibie, tapi Ilham ini memang sekolah khusus mengenai manufakturing pesawat terbang, kalau saya sebenarnya hanya ahli dalam bidang metalurgi pesawat terbang. Kalau saja N2130 diteruskan, kita semua tak perlu tergantung dari Boeing dan Airbus untuk membangun jembatan udara di Indonesia”.

“Dik, dalam industri apapun kuncinya itu hanya satu QCD,

− Q itu Quality, Dik, anda harus buat segala sesuatunya berkualitas tinggi dan konsisten− C itu Cost, Dik, tekan harga serendah mungkin agar mampu bersaing dengan produsen sejenis− D itu Delivery, biasakan semua produksi dan outcome berkualitas tinggi dengan biaya paling efisien dan disampaikan tepat waktu!Itu saja!”

Pak Habibie melanjutkan penjelasan tentang QCD sbb:

“Kalau saya upamakan, Q itu nilainya 1, C nilainya juga 1 lantas D nilainya 1 pula, jika dijumlah maka menjadi 3. Tapi cara kerja QCD tidak begitu Dik.............organisasi itu bekerja saling sinergi sehingga yang namanya QCD itu bisa menjadi 300 atau 3000 atau bahkan 30.000 sangat tergantung bagaimana anda semua mengerjakannya, bekerjanya harus pakai hati Dik..................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti merenung sejenak mengingat-ingat sesuatu ...........................

“Dik, ..........saya ini memulai segala sesuatunya dari bawah, sampai saya ditunjuk menjadi Wakil Dirut perusahaan terkemuka di Jerman dan akhirnya menjadi Presiden RI, itu semua bukan kejadian tiba-tiba. Selama 48 tahun saya tidak pernah dipisahkan dengan Ainun, ...........ibu Ainun istri saya. Ia ikuti kemana saja saya pergi dengan penuh kasih sayang dan rasa sabar. Dik, kalian barangkali sudah biasa hidup terpisah dengan istri, you pergi dinas dan istri di rumah, tapi tidak dengan saya. Gini ya............saya mau kasih informasi........... Saya ini baru tahu bahwa ibu Ainun mengidap kanker hanya 3 hari sebelumnya, tak pernah ada tanda-tanda dan tak pernah ada keluhan keluar dari ibu........................”

Pak Habibie menghela nafas panjang dan tampak sekali ia sangat emosional serta mengalami luka hati yang mendalam.............................seisi ruangan hening dan turut serta larut dalam emosi kepedihan pak Habibie, apalagi aku tanpa terasa air mata mulai menggenang.

Dengan suara bergetar dan setengah terisak pak Habibie melanjutkan........................

“Dik, kalian tau.................2 minggu setelah ditinggalkan ibu............suatu hari, saya pakai piyama tanpa alas kaki dan berjalan mondar-mandir di ruang keluarga sendirian sambil memanggil-manggil nama ibu......... Ainun......... Ainun ................. Ainun ..............saya mencari ibu di semua sudut rumah.

Para dokter yang melihat perkembangan saya sepeninggal ibu berpendapat ‘Habibie bisa mati dalam waktu 3 bulan jika terus begini..............’ mereka bilang ‘Kita (para dokter) harus tolong Habibie’.

Para Dokter dari Jerman dan Indonesia berkumpul lalu saya diberinya 3 pilihan;

1. Pertama, saya harus dirawat, diberi obat khusus sampai saya dapat mandiri meneruskan hidup. Artinya saya ini gila dan harus dirawat di Rumah Sakit Jiwa!2. Opsi kedua, para dokter akan mengunjungi saya di rumah, saya harus berkonsultasi terus-menerus dengan mereka dan saya harus mengkonsumsi obat khusus. Sama saja, artinya saya sudah gila dan harus diawasi terus...............3. Opsi ketiga, saya disuruh mereka untuk menuliskan apa saja mengenai Ainun, anggaplah saya bercerita dengan Ainun seolah ibu masih hidup.

Saya pilih opsi yang ketiga............................”

Tiba-tiba, pak Habibie seperti teringat sesuatu (kita yang biasa mendengarkan beliau juga pasti maklum bahwa gaya bicara pak Habibie seperti meloncat kesana-kemari dan kadang terputus karena proses berpikir beliau sepertinya lebih cepat dibandingkan kecepatan berbicara dalam menyampaikan sesuatu) ...................... ia melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, hari ini persis 600 hari saya ditinggal Ainun..............dan hari ini persis 597 hari Garuda Indonesia menjemput dan memulangkan ibu Ainun dari Jerman ke tanah air Indonesia.............

Saya tidak mau menyampaikan ucapan terima kasih melalui surat............. saya menunggu hari baik, berminggu-minggu dan berbulan-bulan untuk mencari momen yang tepat guna menyampaikan isi hati saya. Hari ini didampingi anak saya Ilham dan keponakan saya, Adri maka saya, Habibie atas nama seluruh keluarga besar Habibie mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, kalian, Garuda Indonesia telah mengirimkan sebuah Boeing B747-400 untuk menjemput kami di Jerman dan memulangkan ibu Ainun ke tanah air bahkan memakamkannya di Taman Makam Pahlawan. Sungguh suatu kehormatan besar bagi kami sekeluarga. Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas bantuan Garuda Indonesia”

Seluruh hadirin terhenyak dan saya tak kuasa lagi membendung air mata..............................

Setelah jeda beberapa waktu, pak Habibie melanjutkan pembicaraannya;

“Dik, sebegitu banyak ungkapan isi hati kepada Ainun, lalu beberapa kerabat menyarankan agar semua tulisan saya dibukukan saja, dan saya menyetujui.....................

Buku itu sebenarnya bercerita tentang jalinan kasih antara dua anak manusia. Tak ada unsur kesukuan, agama, atau ras tertentu. Isi buku ini sangat universal, dengan muatan budaya nasional Indonesia. Sekarang buku ini atas permintaan banyak orang telah diterjemahkan ke beberapa bahasa, antara lain Inggris, Arab, Jepang..... (saya lupa persisnya, namun pak Habibie menyebut 4 atau 5 bahasa asing).Sayangnya buku ini hanya dijual di satu toko buku (pak Habibie menyebut nama satu toko buku besar), sudah dicetak 75.000 eksemplar dan langsung habis. Banyak orang yang ingin membaca buku ini tapi tak tahu dimana belinya. Beberapa orang di daerah di luar kota besar di Indonesia juga mengeluhkan dimana bisa beli buku ini di kota mereka.

Dik, asal you tahu............semua uang hasil penjualan buku ini tak satu rupiahpun untuk memperkaya Habibie atau keluarga Habibie. Semua uang hasil penjualan buku ini dimasukkan ke rekening Yayasan yang dibentuk oleh saya dan ibu Ainun untuk menyantuni orang cacat, salah satunya adalah para penyandang tuna netra. Kasihan mereka ini sesungguhnya bisa bekerja dengan nyaman jika bisa melihat.

Saya berikan diskon 30% bagi pembeli buku yang jumlah besar bahkan saya tambahkan lagi diskon 10% bagi mereka karena saya tahu, mereka membeli banyak buku pasti untuk dijual kembali ke yang lain.

Sekali lagi, buku ini kisah kasih universal anak manusia dari sejak tidak punya apa-apa sampai menjadi Presiden Republik Indonesia dan Ibu Negara. Isinya sangat inspiratif...................”

(pada kesempatan ini pak Habibie meminta sesuatu dari Garuda Indonesia namun tidak saya tuliskan di sini mengingat hal ini masalah kedinasan).

Saya menuliskan kembali pertemuan pak BJ Habibie dengan jajaran Garuda Indonesia karena banyak kisah inspiratif dari obrolan tersebut yang barangkali berguna bagi siapapun yang tidak sempat menghadiri pertemuan tsb. Sekaligus mohon maaf jika ada kekurangan penulisan disana-sini karena tulisan ini disusun berdasarkan ingatan tanpa catatan maupun rekaman apapun.

Jakarta, 12 Januari 2012

Salam,

Capt. Novianto Herupratomo

Tuesday, January 31, 2012

Ketika Cemburu Jadi Satu (2)

Assalamualaikum sahabat.. Moga selalu sehat ya. Amiin

Hummm..ndak terasa lho usia pernikahanku dengan suamiku Aris Prianjono sudah 4 tahun tepatnya nanti 25 November 2012. Masih terbilang muda dibandingkan dengan banyak pasangan yang lain. Tapi cukuplah bekal bagiku untuk melanjuti tulisanku mengenai cemburu yang pasti pernah di rasakan oleh setiap pasangan. Sebenarnya moment setelah pernikahan seperti detik ini adalah moment yang aku tunggu ketika aku menulis tulisan ini pertama kali. Aku membayangkan dan ingin sekali tahu seperti apa ya ari asri yang sudah menikah, apa ada jendela- jendela pemikiran dan perasaan yang baru???

Well…yukkkk kita bahas di sini. Setelah melewati masa pernikahan, aku mulai mengerti sisi hati wanita yang sudah menikah khususnya soal cemburu pada pasangan. Rasa cinta memang bisa menumbuhkannya, dan rasa cinta juga bisa mengubah cemburu berakhir dengan indah atau berakhir di pengadilan agama. Lalu bagaimana agar cemburu yang ada menjadi seperti mawar yang cantik meski berduri?

Semuanya pada dasarnya di dasari oleh keimanan kita masing – masing. Bukan iman seorang istri saja, atau keimanan seorang suami saja. Tapi keimanan yang bersinergi. Keimanan yang terjalin bersama menjadi sebuah kekuatan cinta yang positif. Dengan bekal ini, maka kita mampu menjadi filter bagi kondisi yang terjadi dalam rumah tangga. Setiap permasalahan selalu dicari jalan keluar, setiap cita – cita bersama berjalan mewujudkannya, setiap kebaikan kita berbagi, setiap tanda – tanda yang membawa kita pada keburukan dan kehancuran rumah tangga maka kita hindari. Demikian beratnya yaaa….jangan khawatir karena ketika kita mampu mengatasinya,insya Allah Allahpun memberi kita pahala separuh agama.

Maka semua orang yang ada dalam lingkaran hidup pasangan kita, adalah pula lingkaran cinta kita. Bagaimana posisi orang tersebut dalam hidup suami/istri kita seperti itulah kita memposisikannya. Maka orang tua suami adalah orang tua kita. Keluarga suami adalah keluarga kita. Teman wanita suami adalah teman wanita kita. Begitu pula sebaliknya suami berlaku pada lingkaran hidup istrinya.

Selebihnya beri kepercayaan padanya untuk tetap berada pada dunianya sendiri. Tetap beraktifitas serupa dengan saat ia masih single, tentunya kita juga berharap pasangan menyesuaikan dengan posisi barunya dengan tanpa memutuskan hubungan dengan lingkungannya.

Dengan begitu pernikahan akan memperluas silaturrahiim kita dengan sebanyak – banyak teman2 pasangan, bukan malah menjadi petaka yang mengakhiri hubungan kita dengan orang lain. Terkecuali jika kita yakin dengan putusnya silaturahiim dengan orang tersebut maka akan melanggengkan rumah tangga kita atau rumah tangga teman kita.

Hmmm...Ada hal yang masih sama antara aku belum menikah dan saat sudah menikah. Yaitu soal kemandirian. Ya! Masa laluku yang tidak lurus –lurus saja, juga karna memperhatikan kehidupan orang lain membawa aku pada kesimpulan bahwa seorang laki –laki terlebih wanita, harus memiliki kemandirian dalam hidupnya. Minimal kemandirian hati dan kemandirian dalam menjemput rizki. Karna melewati saat – saat ketika hati kita bermasalah bukanlah hal mudah. Ia benar – benar akan menguras energy kita. Begitu pula kemandirian dalam menjemput rizki. Meski pasangan kita sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan kita, tetaplah untuk mengasah skill kita dalam menjemput rizki. Entah bekerja, berwirausaha atau investasi lainnya. Menyandarkan hidup hanya pada satu orang seperti menyerahkan begitu saja kehidupan kita pada orang lain.

Cinta adalah energi positif yang akan membawa para pecintanya pada kebaikan.... So, sudahi cemburu negatif kita. Fokus pada ikhtiar membangung rumah tangga kita yang sakinah mawaddah wa rahmah. Dan tetap menyiapkan setiap kemungkinan buruk yang mungkin saja terjadi pada rumah tangga kita.

Happy honey moon bundaaa......

Labels:

Monday, January 24, 2011

POINT – POINT ANDA SEBAGAI KONSUMEN/ PIHAK RESELLER :

1. TIDAK BOLEH MENGAMBIL KEPUTUSAN KARNA IKATAN EMOSI ATAU JADI KORBAN PERMAINAN PSIKIS BISNIS !!!

2. KENALI MANAJEMEN INTERNAL PERUSAHAAN TERSEBUT, SEBERAPA PROFF KAH? INGAT! Pada saat usaha mulai dijalankan ANDA AKAN BERHUBUNGAN DENGAN HAL YANG BERKAITAN DENGAN MANAJEMEN TSB, bukan berhubungan dengan orang yang memberikan presentasi!!. Seperti kinerja karyawan, system komunikasi, system edukasi, system refund tiket, system booking dan issued serta ikatan kerja sama yang jelas!

3. Banyak jalan menuju roma. Banyak jalan jika Anda ingin berbisnis ticketing. MMBC bukan satu – satunya. Beberapa nama – nama disini adalah hasil dari browsing saya pribadi di internet, yang bisa Anda perkaya lagi. Diantara yang sudah saya pelajari adalah CITOS, dia memberikan full koneksi langsung kepada maskapai, dan memberikan full keuntungan dari maskapai tanpa harus berbagi dengan dia seperti di MMBC dan kita dikenakan biaya maintenance software perbulannya yang jumlahnya fixed. Saya fikir ini cukup realistis dan murni bisnis bagi Anda yang ingin serius menekuninya. Kalau untungnya bisa diambil sendiri kenapa harus berbagi??? TAPI seperti point pertama, Anda juga harus mempelajarinya sendiri, saya tidak dibayar untuk mengatakan ini, saya juga belum jadi anggotanya. Jangan terpancing, karena bisa saja ini subjektif saya.

4. Banyak jalan menuju paris. Jika diatas adalah perusahaan sejenis, maka masih ada lagi cara yang lainnya. Yaitu bekerja sama! Yap!! Bekerja samalah dengan travel – travel besar yang ada disekitar rumah Anda. Bertemu langsunglah dengan ownernya, dan ajukan kerja sama untuk membantu menjualkan produk – produk miliknya. Termasuk ticketing, paket tour, atau lainnya. Niat yang baik, cara yang baik, tentu mereka sebagai pebisnis juga akan dengan senang hati menerima Anda. Anda tak bedanya dengan marketing freelance bagi perusahaannya. Kalau terjual lu berbagi untung ke gue, kalu ga terjual ya udah. Tak ada yang dirugikan…dan bisa jadi tanpa Anda harus membayar jutaan rupiah..

5. Menjadi pihak ketiga adalah pihak yang tidak mengenakkan, apalagi jika kita bekerja sama dengan perusahaan yang tidak baik menejerialnya. Kalau ada salah, salah booking, MMBC tidak mengissued (dengan sikon apapun), tiket tercancel karena MMBC sedang top up deposit, salah mentransfer uang, dan kesalahan lainnya kitalah yang kena damprat konsumen!

6. Cari lebih banyak info kepada orang – orang yang sudah lebih dulu berbisnis ini. Ikuti forum – forumnya seperti di kaskus.us dan milis lainnya.

7. Kesalahan makin besar terjadi karena komunikasi di dunia ticketing menjadi sangat penting dan kita harus berketergantungan dengan pihak lain!! Se terburu – buru apapun Anda, sepenting apapun urusan Anda, Anda menggantungkan nasib tiket orang lain pada orang lain juga.

8. Bisnis ticketing saat ini juga bukan bisnis tanpa tantangan, Anda harus membuka mata. Benar seperti yang dipresentasikan Pak Zul, bahwa ada jutaan orang setiap harinya yang menggunakan jasa pesawat penerbangan untuk aktifitasnya. Tapi juga jangan lupa (inilah yang tidak pernah Pak Zul dan mungkin owner rival nya MMBC lain) bahwa tantangannya juga ada. Berikut tantangannya menurut saya:

a. Seperti yang kita tahu semua maskapai penerbangan juga sudah bisa melayani pemesanan tiket pesawat dengan system online. Masyarakat jugapun makin lama, makin melek teknologi. Sebagiannya juga saya yakin banyak yang memilih untuk melakukan transaksi melalui websitenya langsung. Banyak juga yang memberikan kemudahan misalnya lewat kartu kredit, kartu anggota, dll. Sehingga kita bersaing selain dengan sesame travel juga dengan maskapainya itu sendiri.

b. Perusahaan travel yang memiliki kantor permanent, juga sudah cukup banyak yang berdiri dimana – mana.

Dengan tantangan itu, dibutuhkan kecerdasan bagi yang ingin serius terlibat dibidang ini. Apapun tantangannya, jika kita mampu memberikan nilai tambah bagi konsumen, insya Allah konsumen masih mau.

9. Jika Anda ingin serius berbisnis dibidang ini, menjadi bagian dari MMBC atau perusahaan sejenis adalah hal yang patut Anda perhitungkan. Karena nilai jual dalam bidang jasa adalah pelayanan. Disini dibutuhkan kecepatan transaksi, kejelian (misalnya jeli menulis nama konsumen, salah sedikit saja banyak juga yang tidak mau, jeli dalam memilih jadwal penerbangan, jeli dalam menghitung bagi hasilnya lalu mentransfernya). Koneksi internet Anda juga harus bagus, bisa diandalkan karena transaksi menggunakan jaringan internet. Ini semua bukan hal mudah, tidak seperti jual beli barang. Contoh :

Batavia, Jakarta - Sampit. Harga Dasar Rp 470.000,- Pajak 47.000,- Total Rp 517.000,- (Rincian tersebut akan tampil saat Anda booking). Maka keuntungan Anda adalah 2,5% dari harga dasar yaitu Rp 470.000 = Rp 11.750,-. Besaran bagi hasil keuntungan akan diberikan file nya oleh MMBC. Dan yang Anda transfer ke MMBC adalah Rp 517.000 - Rp 11.750 = Rp 505.250,-

jjAgak ribed khan? Ada juga system deposit, Anda menyimpan 5 juta di MMBC dan otomatis akan mengurangi transaksi tiket Anda. Tanpa Anda menghitungnya (mungkin karyawannya yang akan menghitung besaran bagi hasil, pake mungkin karna saya belum pernah). Ini tidak saya lakukan karena buat saya menyimpan 5 juta itu rugi, karena sama arti nya modalin MMBC. Sementara 5 juta bisa saya putar untuk yang lainnya.

10. Tapi kalau Anda tetap ingin ke MMBC dan ingin merasakannya, tapi tidak punya dana. Bilang saya aja, dengan senang hati saya akan memberikan semua file yang bisa Anda pelajari. FREE GRATIZ GRETONG. Karna jikapun daftar, Anda akan mendapatkan file – file tersebut, bedanya tidak dapat stiker dan spanduk aja. Ahh itu sihh bikin sendiri paleng 200 rebu uda bisa. Gampang tho??

Labels:

Curhat MMBC

Menjadi bagian dari MMBC Tour n Travel adalah bagian yang paling menyakitkan dalam hidup saya. Khususnya kehidupan saya dalam hal berbisnis. Beberapa kali menjadi pihak ketiga (pihak yang menjualkan produk orang lain), tetapi di MMBC lah hidup saya seperti neraka. Namun itu semua membuat saya juga belajar untuk membedakan mana bisnis yang sebenarnya baik untuk di jalani, dan kapankah kita memutuskan untuk menjadi bagian dari bisnis tersebut.


Berawal saya mengenal MMBC adalah lewat iklannya di salah satu mailing list yang saya ikuti, Agustus 2009 saya membaca iklan itu dan terus mempelajarinya. Salah satunya adalah melalui mailing list internal mereka, meskipun saat itu saya belum menjadi agent MMBC. Milis yang komunikasinya banyak TOP Down alias info dari MMBC ke milis itu, terasa sangat sepi. Kecuali hanya berfungsi sebagai media pengumuman. Dan setelah mengikuti selama 2 minggu, ada yang kirim email complain. Lengkapnya klik disini. Yang intinya protes tentang layanan MMBC, hal itu menjadi bahan diskusi karna sebagiannya merasa puas dengan layanan MMBC. Semua email tersebut, masih tersimpan rapi dalam inbox mail saya hingga saat ini. Sementara di milis tersebut saya hanya sebagai pengamat, maklum saya newbie dan bukan bagian dari MMBC. Maka saya berinisiatif bertanya langsung kepada mereka melalui jaringan pripadi (japri), salahnya saya menanyakan hanya kepada 1 pihak yang pro dengan MMBC, tidak kepada dua belah pihak, dengan begitu saya masih menyimpulkan bahwa kesalahan tersebut adalah kesalahan dari pihak agent bukan dari MMBC.


Waktu terus berjalan, saya masih belum juga mendaftarkan sebagai agentnya. Dan tanpa sengaja sayapun membaca sebuah surat pembaca di detiknews.com yang memuat keluhan dari agent MMBC. Yang menuduhkan MMBC melakukan penipuan.


Beberapa kasus tersebut membuat saya terus saja kebingungan dan tidak segera melakukan action untuk mendaftarkan diri sebagai agent. Meskipun nilai uang yang ditawarkan waktu itu adalah Rp 1.500.000,- tetapi tetap saya harus perhitungkan perkembangan ke depannya. Bukan masalah nilai uangnya saja yang akan saya pertaruhkan, tetapi juga masa depannya saya harus benar – benar yakin dengan usaha ini akan berjalan. Uang 1,5 juta hilang bisa dicari lagi,,tetapi nama baik dan harga diri saya benar – benar saya perhitungkan. Meski segala kemungkinan bisa saja terjadi tapi saya tidak ingin bangkrut!!!


Pengetahuan yang kurang mendalam tentang dunia travel, tidak adanya teman atau kelg yang berhubungan dengan dunia tiket, travel dan sejenisnya membuat saya tidak pernah berdiskusi dengan orang lain tentang rencana saya yang tertarik ingin berbisnis di dunia ini. Pada waktu itu saya juga belum tahu bahwa ternyata banyak perusahaan sejenis atau bahkan jalan serupa yang bisa mengantarkan saya untuk terjun di dunia travel. Sehingga saya tidak memiliki pembanding MMBC.


31 Januari 2009, saya mengikuti seminarnya dikantor MMBC Kuningan dan sekaligus berniat untuk mendaftarkan diri sebagai agent. Keputusan ini saya ambil setelah mendiskusikannya pada suami, dan keputusan saya sendiri juga yang keluar dari kantor tempat saya bekerja. Yapp setelah 7 tahun bekerja di perusahaan software house skala nasional itu. Seminar di isi oleh Zulkarnaini, dia adalah salah satu pemilik saham MMBC. Karna MMBC dibangun bersama seseorang yang saya lupa namanya yang menjadi pemodalnya. Pak zulkarnaini adalah seorang marketing yang bagus, dia mampu menawarkan dan meyakinkan orang lain untuk bekerja sama dengan dirinya. Bertahun – tahun di dunia marketing perbankan pastilah pengalamannya banyak, saya sendiri juga salut dengan cerita perjuangannya yang memulai dari nol bisnisnya ini (meski bukan berarti saya merekomendasikan MMBC bagi orang lain).Ditambah dengan strategi marketing yang dipelajarinya dari pada suhu marketing seperti Pak TDW, dll saya yakin orang yang mendengarnya seperti terhipnotis dengan presentasinya. Karna siapasih yang tidak kagum dengan perjuangan orang dari NOL?? Orang pasti akan merasa dirinya senasib dengan Pak Zul. Strategi dan bahasa – bahasa marketing juga memainkan emosi psikologis orang yang mendengar presentasinya atau membaca iklan dan bukunya. Sehingga saya yakin, tak sedikit orang yang akhirnya mengambil keputusan untuk bergabung dengan MMBC adalah karena emosional. Yap! Ini pelajaran bisnis yang pertama : TIDAK BOLEH MENGAMBIL KEPUTUSAN KARNA IKATAN EMOSI ATAU JADI KORBAN PERMAINAN PSIKIS BISNIS !!!


Seminar ini sendiri lebih tepat buat saya adalah presentasi bisnis, karna dia akan menggiring orang untuk mengambil keputusan berbisnis di travel khususnya dengan MMBC. Bukan berisi mengenai seluk beluk, kesempatan, hambatan dan tantangan di dunia bisnis travel dan ticketing ini. Maka tak heran 80% yang hadir disini pasti mendaftar menjadi agen MMBC. Dan mungkin ini juga yang dimaksudkan penipuan oleh orang yang pernah protes, yg dipersepsikan tidak sama dengan kenyataan. Pelajaran bisnis kedua : BUAT YANG MAU PAKAI STRATEGI MEMFILTER DARI CALON KONSUMEN MENJADI KONSUMEN, YANG OBJEKTIF DIKIT LAHH..


Membayar sejumlah uang senilai Rp 1.500.000,- lalu saya mendapatkan kartu anggota. No perdana IM3, file user ID booking, CD yang berisi video cara booking tiket pesawat , ragam stiker logo maskapai penerbangan dan spanduk yang intinya berisi menyediakan tiket dengan system reservasi online, ditambah beragam logo – logo maskapai penerbangan dan link websitenya MMBC. Dengan senang dan bangga serta polosnya saya memajang spanduk dan stiker tersebut dirumah orang tua, tanpa tahu itulah awal neraka saya dengan MMBC.


11 Februari 2010 saya dating kembali ke kantor MMBC untuk minta training ticketing kepada karyawannya. Hal itu seperti yang dijanjikan Pak Zul bahwa ini adalah free, dengan syarat saya harus membawa laptop sendiri dari rumah. Tiba dikantor, karyawan MMBC bilang bahwa untuk training ticketing harus bayar Rp 50.000,-, tentu saja saya kaget. Bukan masalah uangnya, tetapi tidak sinkronnya omongan antara Pak Zul dan karyawannya. Lelah perjalanan jauh saya dari rumah di tangerang tiba di kuningan, ternyata harus berhadapan dengan masalah. Saya berusaha menghubungi Pak Zul saat dikantor itu, tetapi dia tidak angkat, SMS pun tidak dibalas, mungkin beliau lagi sibuk. Tapi saya sudah menjelaskan apa yang disampaikan Pak Zul sewatu di seminar itu FREE. Kesal dengan kekeuh nya mereka tidak mau mentraining saya, akhirnya saya putuskan untuk pulang. Dan tiba dirumah barulah SMS Pak Zul masuk yang membenarkan saya. Hingga detik ini SMS tersebut masih saya simpan.


Transaksi pertama dari seorang ibu tetangga rumah memesan Batavia Air Jakarta - Balikpapan tanggal 21 Maret 2010 senang luar biasa, meski hanya untung Rp 6.636,- tapi membuat saya semakin PD. Banyak yang berhasil dengan mulus, tapi tidak sedikit juga berhasil dengan melalui hambatan dari saya sendiri juga karena kelalaian MMBC. Terutama terkait dengan uang.


Seperti yang terjadi pada saya, yang memesan tiket Lion Air Jakarta – Makassar tgl 12 Juli 2010, dan Batavia Air Makassar – Jakarta ditanggal yang sama. Transaksi tersebut terjadi tanggal 6 Juli 2010. Dan saya akan melakukan refund tiket, karena konsumen menggagalkannya. Saya sudah menjalankan segala hal, fax ke MMBC Bogor, mendatangi kantor Lion Air dan Batavia Air, menghubungi karyawannya atas nama Ratna. Alhamdulillah uang saya kembali (dengan potongan), yaitu refund tiket yang Batavia. Tapi hingga detik ini uang saya yang di Lion Air sejumlah Rp 931.200 (harga cetak ditiket) belum juga kembali.


Transaksi terakhir.

10 Januari 2011 Jam 20.00 menggunakan internet di rumah, saya melakukan booking tiket Merpati Jakarta - Sampit pada saat itu juga saya melakukan transfer melalui internet banking mandiri dan berhasil, report berhasil saya simpan dan kirim ke mmbc_garuda. Saat itu juga saya mengisi form issued untuk meminta mmbc_garuda meng issued kan via chatting Y!M(mestinya ke mmbc_merpati tapi tidak online, alternative lainnya bisa ke id yang lain termasuk mmbc_garuda). Jawabannya merpati sedang top up (itu artinya saldo MMBC di Merpati sudah nipis jadi harus di isi ulang, dan ini biasanya membutuhkan waktu jeda yang agak lama), lalu saya Tanya sampai jam berapa? Dan dia jawab tidak tahu pasti. Lalu saya jawab ya sudah saya coba besok pagi aja.


11 Januari 2011 Jam 07.30 internet dirumah error, terpaksa saya ke café warnet yang perjam nya 2000. Karena saya tahu, MMBC baru buka sekitar jam kantor 08.00 – 09.00 pagi, dan karena saya hobi nonton sinetron ulangan si Doel Anak Sekolahan. Saya berangkatpun menunggu si Doel selesai. Di warnet saya booking ulang merpati dan mendapatkan kode booking. Saat itu juga saya kembali mengisi form issued meminta mmbc_garuda untuk mengissuedkan. Saya Tanya “uda mas?” mmbc_garuda : masih proses . Kemudian saya tunggu beberapa menit dan dia menjawab “ udah, silahkan cek aja di emailnya”. Sayapun mengecek email, dsana ada dua email dari merpati, yang satu untuk booking semalam yang sudah terkena time limit dan satu lagi adalah hari ini. Kemudian saya Tanya “ saya baru kali ini booking merpati, gimana taunya itu sudah di issued?” tapi tidak ada jawaban. “saya email ke mas nya ya, tolong diliatin bener gak itu?” sayapun berusaha memforwardkan email itu ke mmbc_garuda@yahoo.com dan ternyata baru hari ini saya ngeh ternyata tidak terkirim karna mungkin saya salah @yahoo nya. Dari jam 9-11 siang saya menggunakan warnet dan tagihan yang keluar adalah 4000.


13 January 2011 Jam 10.00 Mbak Danisah konsumen saya menelpon dari Bandara Soetta bahwa Merpati belum menerima uang transferan tersebut dan tiket yang di tangannya time limitnya sudah habis alias tidak berlaku!!!!!! Luar biasa, neraka kembali terasa. Kali ini saya sungguh tidak bisa tinggal diam, sebagai orang yang terdzalimi sungguh kemarahan saya meradang. Saya melakukan chatt dengan pihak MMBC melalui mmbc_online4, yang bersikeras berkata tiket saya sudah kena time limit, dan saya yang tetap yakin dengan diri saya bahwa tidak mungkin terkena time limit karena waktu internetan di warnet pun saya hanya 2jam (time limit merpati 3 jam), saya ingat betul jam berapa saya keluar rumah untuk ke warnet. Karna suami sakit dan hobi saya yang nonton sinetron Si Doel di RCTI yang selesai jam 08.45, perjalanan ke warnet +/- 15 menit. Dan sebelum adzan dzuhur saya sudah berada di rumah orangtua saya, saya butuh waktu 20 menit untuk sampai ke rumah ortu. Itupun setelah ke warnet saya masih sempat ke rental computer untuk print tiket. Jikapun time limit tidak mungkin mmbc_garuda meminta saya untuk mengecek email, atau jika terkena time limit kenapa tidak memberitahukan bahwa saya terkena time limit??? Padahal biasanya itu mereka lakukan. Uang saya masih ada di mereka total sebesar Rp 1.447.750,- Angka yang besar buat saya. Dan sayapun harus berjuang untuk mendapatkan uang itu, mirip seorang pengemis yang meminta –minta padahal itu hak saya!!


Saya tidak tahu harus melaporkan ini kepada siapa, jika ada teman – teman yang membantu dengan senang hati saya akan berhadapan dengan MMBC. Karena saya sungguh merasa terdzalimi. Biar tidak ada lagi yang seperti saya, protes saya seolah juga tak pernah di dengarnya. Tidak pernah ada telpon dari mereka untuk memberikan info uang saya. Sayalah yang harus setiap hari menghubunginya…

Meski tetap kena damprat konsumen tapi saya tetap merasa Beruntung karena kasus terakhir ini saya dibantu oleh petugas merpati yang bersedia menggunakan dana pribadinya untuk membookingkan dan menalangi tiket tersebut, dan saya mentrasnfer ke rekening pribadinya. Big thx buat pak Tian dan Pak Iwan Kurniansyah yang sudah membantu saya…moga rezkinya bertambah banyak. Amiin

Labels:

Sunday, January 23, 2011

Email Kritik Saran MMBC

Berikut adalah email kritik dan saran dari Milis internal MMBC yang sudah 3 tahun saya ikuti, apapun tanggapannya mereka, saya hanya copas untuk kita semua belajar dewasa dalam berbisnis:


From:

To:
Travel_System_online@yahoogroups.com
Ya.. benar sekali Nuriana Pramitasari. ..
Terimakasih atas masukkannya kepada kami para calon agen.
Sebelumnya saya baca iklan MMBC di salah satu koran nasional.
Kemudian saya buka websitenya dan saya coba ikuti milisnya supaya sebelum saya menajdi Agen di Pekanbaru - Riau dimana tingkat penjulan tiket di sini sangat tinggi sekali, saya mencoba mempelajari dan mendengar pendapat dari para agen.

Untuk buat tim atau management MMBC apakah memang benar adanya seperti yang dijelaskan Nuriana Pramitasari?

Demikian, atas perhatiannya diucapkan terimakasih.

salam
Eric


From:

To:
Travel_System_online@yahoogroups.com
Dear All,

Salut dg Pak Alfa yang bisa memberikan alternatif solusi untuk peningkatan kinerja MMBC, mohon kiranya Pka Zul bisa mempertimbangankan usulan beliau. Saya sendiri adalah agen yang baru aktif 2 pelan lalu, sejauh ini tidak ada masalah dg masalah booking maupun issued tiket, bahkan untuk refund tiket. Untuk ukuran dua pekan aktif saya rasa penjualan saya lumayan.

Hanya memang yang mengganjal adalah masalah fasilitas untuk agen yang sering ditanyakan oleh agen (spanduk, stiker dll). Dan lambannya kinerja customer service via YM.
Mudah2an ke depannya MMBC bisa lebih meningkatkan pelayanannya, karena kami ini agen yang juga mestinya dianggap sebagai stake holder dari MMBC.

Satu lagi yang saya tanyakan, Ada tidak database rekap penjualan kita masing2 agen?.. adakah reward dari MMBC apabila penjualannya mencapai nilai tertentu dalam satu bulan?

Sukses

henny marlina


From:

To:
Travel_System_online@yahoogroups.com
Salam

Sebelumnya mohon maaf.
Saya baru subscribe di milist ini selama sebulan terakhir.
Saya tertarik untuk menjadi agen
Tetapi sebelumnya saya ingin mengetahui teknis dan permasalahan yang
mungkin terjadi,
sehingga nanti bila akan memulai menjadi agen setelah lebaran nanti
semua dapat berjalan lancar

sekali lagi no offence,
sekedar masukan bagi MMBC untuk kelancaran bisnis ke depannya

1. Masalah software.
Link yang anda berikan tidak dapat diakses.
Untuk sebuah bisnis dengan platform online, software adalah nyawa
Meskipun CD sudah dikirim dan sudah diinstall, bisa terjadi resiko
komputer hang,
kena virus, dan ketika menginstall CD hilang, rusak, tergores.
maka satu-satunya pilihan adalah mendownload langsung di website MMBC
(atau kalau dekat copy pakai flashdisk.Tapi kalau lokasinya jauh luar kota? )
Link di Ziddu hanya berupa txt untuk prosedur penginstalan.

2. Masalah Layanan Konsumen/Agen (Customer Service)
Dari yang saya baca, memang seperti ada kebuntuan di masalah pelayanan.
dimana CS belum bisa mengimbangi bisnis online yang "seharusnya" 24 jam.
Saya sangat angkat topi ketika seorang direksi (maaf kalau salah),pak Zul
yang langsung mencantumkan no HP pribadi untuk sarana hotline ketika
terjadi masalah.
tapi ini akan menjadikan masalah di kemudian hari, ketika frekwensi
hal yang ditanyakan
semakin tinggi, maka seorang Pak Zul pasti akan kewalahan karena sebagai seorang
pribadi akan membutuhkan waktu tidak hanya untuk MMBC.
Saran saya lebih baik membuat semacam tim khusus untuk menangani masalah ini.
Tim ini adalah satu level di atas CS. apabila CS tidak bisa menangani
maka masalah
diberikan ke tim.
Atau betul-betul menciptakan sistem CS yang sangat handal.
Sehingga tidak terjadi keterlambatan dalam merespon agen

Hal lain,kebingungan pasti akan banyak terjadi, karena "maaf"
kebanyakan agen bukan
orang yang terbiasa dengan bisnis online ataupun atau komputer yang menjadi
inti dari bisnis MMBC

3. Tentang masalah ticketing sendiri.saya pikir tidak ada masalah.
Agen harus benar-benar menguasai prosedur, system dan cara pengoperasi
dengan benar
dan ini adalah syarat mutlak

Sekali lagi,no offence
Saran saya juga tidak mesti benar

Terima kasih
Salam

Alfa Wijayanto
Purwokerto-jateng



From:

To:
Travel_System_online@yahoogroups.com
All hamdulilaah. ...
Terima kasih atas informasinya atas kekecewaan yang sudah ibu sampaikan kepada pihak MMBC.... Mudah-mudahan ini menjadi kewaspadaan atas segala iming-iming peluang bisnis... Uang 1.500.000 mungkin akan sangat berarti bila dijadikan modal berdagang makanan keci-kecilan. . Oleh karena itu bagi pihak MMBC agar keluhan ini ditanggapi dan lakukan perbaikan... .agar mereka yang berharap menjadi wirausaha agen dapat berhasil.
terima kasih

[Travel_System_online] SUARA PEMBACA

Thursday, August 13, 2009 11:35 PM
From:

To:
Travel_System_online@yahoogroups.com
Berikut kami kirimkan Suara Pembaca yang ada didetikcom,yang diinfokan oleh oleh Mbak Nuriana.
kepada menegement mmbc sudilah kiranya untuk segera mengklarifikasi masalah ini agar masalah ini dapat segera tuntas. untuk segenap CS mmbc_online dengan sorotan sorotan ini sudah selayaknya anda berbenah, melakukan perbaikan dan mengupgrade kwalitas diri anda tentang AKS yaitu Attitude/sikap, Knowledge/pengetahu an, Skill/keahlian.

terima kasih,

best regard

Priananda

Suara Pembaca
Jumat, 31/07/2009 14:05 WIB
Bersyukur Deposit di MMBC Travel Hanya Senilai Rp 1,500,000
Rudi - suaraPembaca

/klikmbc.co. id
Jakarta - Saya kecewa dengan pihak PT Medusa Multi Business Centre (MMBC) selaku franchise usaha travel yang berlokasi persis di belakang Gedung Jamsostek. Berawal dari beberapa bulan lalu saya tertarik untuk membuka usaha travel dengan modal minim.

Melalui MMBC hanya dengan deposit senilai Rp 1,500,000 maka saya dapat membuka usaha travel penjualan tiket pesawat Domestik dan Internasional, umrah, tour, dan rental mobil. Namun, pada prosesnya, ketika ada request baik tiket domestik atau internasional sangat berbelit-belit sekali.

Ketika saya request melalui Yahoo Messenger (YM) ke pihak MMBC lengkap dengan data penumpang, namun lama sekali respon dari pihak MMBC sehingga seringkali client saya merasa kecewa dan menuduh saya yang bersikap lambat dan tidak profesional. Padahal yang membuat lambat adalah dari pihak MMBC yang bertele-tele.

Lain kasus. Ada request maskapai Merpati. Ketika saya sudah request melalui YM dan memberikan data client saya yang lengkap lagi-lagi pihak MMBC seakan cuek begitu saja hingga available class maskapai tersebut berubah. Secara otomatis client saya merasa kecewa karena dengan perubahan class maka otomatis perubahan harga yang lebih mahal.

Pernah suatu ketika kantor saya kedapatan client warga Australia request tiket internasional pada jam 20:00. Seketika itu saya request ke pihak MMBC. Namun, dengan entengnya pihak MMBC menjawab bahwa ticketing international- nya sudah pulang. Dan, bisa diinfokan keesokan harinya.

Lagi-lagi saya kehilangan kepercayaan dan tentunya saya merugi. Padahal di web-nya tertera bahwa MMBC memberikan layanan online 24 jam. Sangat-sangat membohongi publik. Bisa dilihat di http://www.klikmbc. co.id/index. html.

Saya bersyukur bahwa hanya senilai Rp 1,500,000. Mudah-mudahan bagi pembaca lainnya agar lebih hati-hati terhadap penipuan investasi usaha seperti MMBC. Sebelum berinvestasi baiknya ditelusuri secara mendalam jati diri perusahaan tersebut.

Semoga pihak aparat terkait baik dari ASITA, IATA, atau Depbudpar bisa membersihkan perusahaan-perusaha an yang memberikan citra buruk di dunia Pariwisata Indonesia.

Rudi
Jl Margonda Raya Depok
murdock@yahoo. com


Dari: Nuriana Pramitasari
Kepada: Travel_System_ online@yahoogrou ps.com
Terkirim: Kamis, 13 Agustus, 2009 20:58:52
Judul: [Travel_System_ online] HATI-HATI PENIPUAN MMBC

Yth, Bp Zulkarnain

Mohon penjelesan dari Bapak mengenai hal-hal yang saya sampaikan berikut ini,
Saya sudah mendaftar menjadi agen (Nomor Agen : MMBC1080.809. 00452), namun beberapa kali saya dikecewakan spt berikut ini :
1. di website disebutkan agen akan mendapatkan cd software namun stlh tanya di YM ktnya cd tdk ada dan harus ambil filenya dgn flash disk ke kantor mmbc
2. disebutkan training bagi agen senin-jumat jam 16.00-18.00 namun kenyataannya sy dtg hari selasa tiba2 training dibatalkan, dijanjikan hari kamis namun batal juga...
3. saya coba berhubungan dgn call center di YM tapi responnya sangat lama
4. saya pernah pesan tiket buku utk org yg dimedan namun krn PTA dan waktu itu sudah mlm ktnya tdk dpt dilayani sdgkan timelimit mlm itu juga. tentunya klien saya menjadi sangat kecewa. kebetulan booking lion dmn kalau e-tiket tidak mendapat komisi.
5. sehingga sampai saat ini saya msh belum dpt menjual tiket dikarenakan pelayanan yg lambat di YM, proses yg berbelit-belit serta training yg dijanjikan tidak ada.

karena merasa kecewa saya coba search di Google dan ternyata saya temukan link dibawah ini :
http://suarapembaca .detik.com/ read/2009/ 07/31/140503/ 1175109/283/ bersyukur- deposit-di- mmbc-travel- hanya-senilai- rp-1500000

Anjuran saya bagi para calon agen agar pikir2 lagi apabila mau jadi agen...saya sendiri sbg agen baru sudah merasa kecewa...

Salam,
Nuri



[Travel_System_online] Re: TO: IBU Nuriana Pramitasari

Friday, August 14, 2009 11:56 AM
From:
To:
Travel_System_online@yahoogroups.com

Saya kemarin sempat baca di Suara Pembaca detik.com tentang MMBC......
Saya jadi berhati-hati dalam memilih bisnis travel...
Sekedar share, saat ini saya menjadi agen MMBC utk pulsa elektrik. Berawal karena tertarik dengan harga dasar pulsa yang bersaing (ada di web MMBC. Namun pada kenyataannya saya banyak dikecewakan oleh pelayanan MMBC dan merasa tertipu... contoh : untuk mentari 25rb di daftar harga di web MMBC tertera harga dasar 24.200 , tapi saat saya transaksi harga modalnya 25.000 dan ada pengurangan 50rupiah tiap transaksi yang tentunya akan merugikan saya.
Kalau dibilang menjadi agen harus membaca prosedurnya terlebih dahulu, saya sendiri sudah membacanya dengan teliti dan tidak menemukan klausula mengenai pengurangan 50rupiah tersebut.
Hal ini sudah berulangkali saya tanyakan ke ym centre, tapi saya malah di pingpong oleh operator dan tidak mendapatkan penjelasan yang memuaskan sampai saat ini. Sehingga saya berniat utk tidak meneruskan menjadi agen pulsa di MMBC.
Pesan saya bagi yang tertarik menjadi agen pulsa elektrik di MMBC agar berhati-hati.

PESAN BG MODERATOR MILIS : TOLONG MASUKAN/KOMPLAIN DARI AGEN JGN LANGSUNG DIHAPUS/DIBANNED KARENA INI SEMUA UTK PERBAIKAN MMBC,,,KALAU MEMANG MEMILIKI NIAT BAIK DLM BERBISNIS TENTUNYA HARUS TERBUKA TERHADAP SEMUA MASUKAN.

Labels: